Lembar Data Keselamatan Katoda Tembaga (Copper Cathode)
1. Identifikasi Senyawa (Tunggal atau Campuran)
| Nama produk | Katoda tembaga |
|---|---|
| Nama kimia | Tembaga |
| Nomor CAS | 7440-50-8 |
| Nomor EC | 231-159-6 |
| Sinonim | Copper; Copper metal |
| Pemasok | PT. Freeport Indonesia Smelter & Refinery Kawasan Ekonomi Khusus Pelabuhan JIIPE Jl. Raya Manyar KM. 11 Manyar, Gresik, Jawa Timur, Indonesia |
|---|---|
| Telepon darurat (24/7) | +65 3158 1074 (Carechem) |
2. Identifikasi Bahaya
| Klasifikasi GHS | Tidak diklasifikasikan. |
|---|---|
| Kata Sinyal | Tanpa Kata Sinyal |
| Pernyataan Bahaya | Tidak diketahui efek signifikan atau bahaya kritis. |
| Pernyataan Kehati-hatian | Tidak berlaku (Pencegahan, Tanggapan, Penyimpanan, Pembuangan). |
3. Komposisi / Informasi Bahan Penyusun
| Nama bahan | % (w/w) | Nomor CAS |
|---|---|---|
| Tembaga | >99.99 | 7440-50-8 |
Konsentrasi total bahan dalam produk ini adalah 100%. Tidak ada bahan tambahan lain yang perlu dilaporkan dalam konsentrasi berbahaya.
4. Tindakan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K)
Kena Mata
Segera siram dengan air banyak, sesekali angkat kelopak mata atas dan bawah. Periksa dan lepaskan lensa kontak jika ada. Dapatkan bantuan medis jika iritasi terjadi.
Penghirupan
Pindahkan korban ke udara segar dan istirahatkan pada posisi nyaman untuk bernafas. Dapatkan pertolongan medis jika gejala muncul.
Kena Kulit
Basuh kulit yang terkontaminasi dengan air banyak. Lepaskan pakaian dan sepatu yang terkontaminasi. Dapatkan pertolongan medis jika gejala muncul.
Tertelan
Cuci mulut dengan air. Jika korban sadar, beri minum air sedikit. Jangan memaksakan muntah kecuali atas instruksi petugas medis. Dapatkan pertolongan medis jika gejala muncul.
Gejala / Efek Terpenting
| Kena Mata & Penghirupan | Paparan debu berlebih dapat menyebabkan iritasi (mata: kemerahan; pernapasan: batuk, iritasi hidung/tenggorokan). |
|---|---|
| Kena Kulit & Tertelan | Tidak diketahui efek signifikan atau bahaya kritis. |
Obati berdasarkan gejala. Segera hubungi ahli perawatan racun jika jumlah besar termakan atau terhirup. Tidak ada pengobatan khusus.
5. Tindakan Pemadaman Kebakaran
| Media pemadaman sesuai | Gunakan bahan pemadam yang cocok untuk kebakaran di sekitar (busa tahan alkohol, CO2, serbuk kimia kering, kabut air). |
|---|---|
| Media tidak sesuai | Tidak ada yang secara spesifik disebutkan. |
| Bahaya spesifik | Air bekas pemadaman yang terkontaminasi harus dibendung, cegah masuk ke saluran air. Produk dekomposisi: oksida logam. |
| Alat pelindung khusus | Dalam kondisi kebakaran di area sekitar, gunakan SCBA (NIOSH atau sejenis) dan alat pelindung diri lengkap. |
6. Tindakan Penanggulangan jika Terjadi Tumpahan
| Langkah pencegahan diri | Evakuasi area. Gunakan APD sesuai (lihat bagian 8). Jangan sentuh tumpahan. Hindari menghirup debu. |
|---|---|
| Pencegahan lingkungan | Cegah tumpahan menyebar atau masuk ke saluran air/parit/selokan. Bahan polutan air. Beri tahu pihak berwenang jika terjadi polusi. |
| Metode pembersihan | Vakum atau sapu, masukkan dalam wadah limbah berlabel. Hindari menimbulkan debu. Buang melalui kontraktor berizin. |
7. Penanganan dan Penyimpanan
| Penanganan aman | Kenakan APD yang layak. Hindari penghirupan debu dan pelepasan ke lingkungan. Cuci tangan sebelum makan/minum. |
|---|---|
| Penyimpanan aman | Simpan di wadah asli, tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, berventilasi baik. Jauhkan dari bahan tidak kompatibel, makanan, dan minuman. |
8. Kontrol Paparan / Perlindungan Diri
Nilai Ambang Batas di Tempat Kerja
| Nama bahan | Batas pemaparan |
|---|---|
| Tembaga (debu dan kabut) | TWA: 1 mg/m³ (sebagai Cu) 8 jam (Safe Work Australia). |
| Tembaga (uap) | TWA: 0.2 mg/m³ (sebagai Cu) 8 jam (Safe Work Australia). |
Alat Pelindung Diri (APD)
- Perlindungan mata: Kacamata pelindung dengan perisai samping atau kacamata debu.
- Perlindungan tangan: Sarung tangan kuat, tahan bahan kimia.
- Perlindungan tubuh: Pakaian pelindung, alas kaki sesuai risiko.
- Perlindungan pernapasan: Respirator dengan standar sesuai jika diperlukan (terutama area berdebu).
Gunakan ventilasi yang memadai (ventilasi pembuangan lokal). Sediakan tempat pencuci mata dan pancuran keselamatan.
9. Sifat Fisika dan Kimia
| Bentuk fisik | Padatan (serbuk / lempengan). |
|---|---|
| Warna | Kuning, Coklat, Merah. |
Lembar Data Keselamatan Emas (Gold)
1. Identifikasi Senyawa (Tunggal atau Campuran)
| Nama produk | Emas |
|---|---|
| Nama kimia | gold |
| Nomor CAS | 7440-57-5 |
| Nomor EC | 231-165-9 |
| Sinonim | gold, colloidal; C.I. Pigment Metal 3; E 175; C.I. 77480; aurum; gold, powder; CI 77480; COLLOIDAL GOLD |
| Pemasok | PT. Freeport Indonesia Smelter & Refinery Kawasan Ekonomi Khusus Pelabuhan JIIPE Jl. Raya Manyar KM. 11 Manyar, Gresik, Jawa Timur, Indonesia |
|---|---|
| Telepon darurat (24/7) | +65 3158 1074 (Carechem) |
2. Identifikasi Bahaya
| Klasifikasi GHS | Tidak diklasifikasikan. |
|---|---|
| Kata Sinyal | Tanpa Kata Sinyal |
| Pernyataan Bahaya | Tidak diketahui efek signifikan atau bahaya kritis. |
| Pernyataan Kehati-hatian | Tidak berlaku (Pencegahan, Tanggapan, Penyimpanan, Pembuangan). |
3. Komposisi / Informasi Bahan Penyusun
| Nama bahan | % (w/w) | Nomor CAS |
|---|---|---|
| Emas | 99.99 | 7440-57-5 |
Konsentrasi total bahan dalam produk ini adalah 100%. Tidak ada bahan tambahan lain yang perlu dilaporkan dalam konsentrasi berbahaya.
4. Tindakan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K)
Kena Mata
Segera siram dengan air banyak, sesekali angkat kelopak mata. Lepas lensa kontak. Dapatkan bantuan medis jika iritasi terjadi.
Penghirupan
Pindahkan korban ke udara segar dan istirahatkan pada posisi nyaman. Dapatkan pertolongan medis jika gejala muncul.
Kena Kulit
Basuh kulit dengan air banyak. Lepaskan pakaian terkontaminasi. Dapatkan pertolongan medis jika gejala muncul.
Tertelan
Cuci mulut dengan air. Jika korban sadar, beri minum air sedikit. Jangan memaksakan muntah. Dapatkan pertolongan medis jika gejala muncul.
Gejala / Efek Terpenting
| Semua rute paparan | Tidak diketahui efek signifikan atau bahaya kritis. Tidak ada data khusus untuk gejala kelebihan paparan. |
|---|
Obati berdasarkan gejala. Segera hubungi ahli perawatan racun jika jumlah besar termakan atau terhirup. Tidak ada pengobatan khusus.
5. Tindakan Pemadaman Kebakaran
| Media pemadaman sesuai | Gunakan bahan pemadam yang cocok untuk kebakaran di sekitar (busa, CO2, serbuk kering, kabut air). |
|---|---|
| Media tidak sesuai | Tidak ada. |
| Bahaya spesifik | Tidak ada bahaya ledakan atau kebakaran yang khusus. Produk dekomposisi termal: oksida logam. |
| Alat pelindung khusus | Gunakan SCBA (tekanan positif) dan perlengkapan pelindung lengkap. |
6. Tindakan Penanggulangan jika Terjadi Tumpahan
| Pencegahan diri | Evakuasi area. Gunakan APD. Jangan sentuh tumpahan. Hindari menghirup debu. |
|---|---|
| Pencegahan lingkungan | Cegah tumpahan menyebar atau masuk ke saluran air/parit/selokan. Beri tahu pihak berwenang jika terjadi polusi. |
| Metode pembersihan | Vakum atau sapu, masukkan ke wadah limbah berlabel. Hindari menimbulkan debu. Buang melalui kontraktor berizin. |
7. Penanganan dan Penyimpanan
| Penanganan aman | Kenakan APD. Hindari penghirupan debu. Cuci tangan sebelum makan/minum/merokok. Patuhi kebersihan pekerjaan. |
|---|---|
| Penyimpanan aman | Simpan di wadah asli, tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik. Jauhkan dari bahan tidak kompatibel. |
8. Kontrol Paparan / Perlindungan Diri
Nilai Ambang Batas
| Nama bahan | Batas pemaparan |
|---|---|
| Emas dan senyawa anorganiknya | DFG MAC-values list (Jerman, 7/2022): Penyensitif kulit. (Ventilasi umum cukup) |
Alat Pelindung Diri (APD)
- Higienis: Cuci tangan, lengan, wajah setelah menangani. Sediakan pancuran keselamatan.
- Perlindungan mata: Kacamata pelindung dengan perisai samping.
- Perlindungan tangan: Sarung tangan kuat, tahan bahan kimia.
- Perlindungan tubuh: Pakaian pelindung, alas kaki sesuai risiko.
- Perlindungan pernapasan: Respirator dengan standar sesuai jika diperlukan (area berdebu).
9. Sifat Fisika dan Kimia
10. Stabilitas dan Reaktivitas
| Reaktivitas | Tidak ada data tes khusus yang tersedia. |
|---|---|
| Stabilitas kimia | Produk ini stabil. |
Lembar Data Keselamatan Terak (Copper Slag)
1. Identifikasi Senyawa (Tunggal atau Campuran)
| Nama produk | Terak |
|---|---|
| Nama kimia | terak |
| Nomor CAS | Tidak tersedia (campuran) |
| Nomor EC | Tidak tersedia |
| Pemasok | PT. Freeport Indonesia Smelter & Refinery Kawasan Ekonomi Khusus Pelabuhan JIIPE Jl. Raya Manyar KM. 11 Manyar, Gresik, Jawa Timur, Indonesia |
|---|---|
| Telepon darurat (24/7) | +65 3158 1074 (Carechem) |
2. Identifikasi Bahaya
⚠️ KLASIFIKASI GHS (BERBAHAYA):
- TOKSISITAS AKUT (oral) - Kategori 4
- KERUSAKAN MATA SERIUS/IRITASI PADA MATA - Kategori 1
- KARSINOGENISITAS - Kategori 1
- TOKSISITAS PADA ORGAN SASARAN SPESIFIK SETELAH PAPARAN BERULANG - Kategori 1 (paru-paru)
- BAHAYA AKUATIK AKUT - Kategori 1
- BAHAYA AKUATIK KRONIS - Kategori 1
| Kata Sinyal | BAHAYA |
|---|---|
| Pernyataan Bahaya | H302 - Berbahaya bila tertelan. H318 - Menyebabkan kerusakan serius pada mata. H350 - Dapat menyebabkan kanker. H372 - Menyebabkan kerusakan organ (paru-paru) pada paparan berulang. H410 - Sangat beracun terhadap kehidupan akuatik dengan efek jangka panjang. |
| Pernyataan Kehati-hatian (Pencegahan) | P201, P280, P273, P260, P270, P264 - Dapatkan instruksi khusus, kenakan APD lengkap, hindari pelepasan ke lingkungan, jangan hirup debu, cuci bersih setelah menangani. |
| Tanggapan | P391, P308+P313, P305+P351+P338, P310 - Kumpulkan tumpahan, jika terpapar segera cari pertolongan medis, jika kena mata bilas hati-hati dan segera hubungi dokter. |
3. Komposisi / Informasi Bahan Penyusun
| Nama bahan | % (w/w) | Nomor CAS |
|---|---|---|
| silika yang dapat terhirup | 30 - 40 | 7631-86-9 |
| kalsium oksida | 3 - 7 | 1305-78-8 |
| aluminium oksida | 1 - 8 | 1344-28-1 |
| magnesium oksida | 2.3 - 2.8 | 1309-48-4 |
| seng | 0.7 - 1.9 | 7440-66-6 |
Konsentrasi total bahan dalam produk ini adalah 100%.
4. Tindakan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K)
Kena Mata
Segera cari pertolongan medis. Bilas dengan air banyak, angkat kelopak mata, lepas lensa kontak. Lanjutkan membilas minimal 10 menit.
Penghirupan
Pindahkan ke udara segar. Jika gejala muncul, segera cari pertolongan medis. Gunakan SCBA jika masih ada asap. Jika tidak bernapas, beri napas buatan oleh terlatih.
Kena Kulit
Basuh dengan air banyak minimal 10 menit. Lepaskan pakaian terkontaminasi sambil memakai sarung tangan. Segera cari pertolongan medis.
Tertelan
Cuci mulut dengan air. Beri air minum sedikit jika sadar. JANGAN memaksakan muntah. Segera cari pertolongan medis.
Gejala / Efek Terpenting
| Kena mata | Menyebabkan kerusakan serius pada mata (sakit, berair, kemerahan). |
|---|---|
| Tertelan | Berbahaya bila tertelan (sakit perut). |
| Kena kulit | Dapat menyebabkan iritasi, kemerahan, kelepuhan. |
| Kronis | Dapat menyebabkan kanker dan kerusakan paru-paru pada paparan berulang. |
5. Tindakan Pemadaman Kebakaran
| Media pemadaman sesuai | Gunakan bahan pemadam yang cocok untuk kebakaran di sekitar (busa, CO2, serbuk kering, kabut air). |
|---|---|
| Bahaya spesifik | Sangat toksik bagi kehidupan air. Air bekas pemadaman yang terkontaminasi harus dibendung dan dicegah masuk saluran air. Produk dekomposisi: oksida logam. |
| Alat pelindung khusus | Gunakan SCBA (tekanan positif) dan perlengkapan pelindung lengkap. |
6. Tindakan Penanggulangan jika Terjadi Tumpahan
| Pencegahan diri | Evakuasi area. Kenakan APD lengkap. Jangan sentuh tumpahan. Hindari menghirup debu. Gunakan ventilasi yang memadai. |
|---|---|
| Pencegahan lingkungan | SANGAT PENTING: Cegah tumpahan masuk ke saluran air, parit, selokan. Sangat beracun bagi lingkungan akuatik. Kumpulkan tumpahan. |
| Metode pembersihan | Hindari pembentukan debu. Vakum dengan peralatan ber-HEPA filter. Masukkan ke wadah limbah tertutup berlabel. Buang melalui kontraktor berizin. |
7. Penanganan dan Penyimpanan
| Penanganan aman | Kenakan APD. Dapatkan instruksi khusus sebelum digunakan. Jangan kena mata/kulit. Hindari pelepasan ke lingkungan. Gunakan ventilasi yang baik. Wadah kosong masih mengandung residu berbahaya. |
|---|---|
| Penyimpanan aman | Simpan di wadah asli, tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, berventilasi baik. Jauhkan dari bahan tidak kompatibel. |
8. Kontrol Paparan / Perlindungan Diri
Alat Pelindung Diri (APD) WAJIB
- Perlindungan mata: Kacamata pelindung dengan perisai samping (wajib).
- Perlindungan tangan: Sarung tangan kuat, tahan bahan kimia (wajib).
- Perlindungan tubuh: Pakaian pelindung, alas kaki tertutup (wajib).
- Perlindungan pernapasan: Gunakan respirator dengan HEPA filter jika ventilasi tidak memadai atau ada debu.
- Higienis: Cuci tangan, lengan, wajah setelah menangani. Sediakan pancuran keselamatan.
Pengendalian teknik: Gunakan ventilasi pembuangan lokal. Emisi harus memenuhi peraturan lingkungan.
9. Sifat Fisika dan Kimia
LEMBAR DATA KESELAMATAN SELENIUM (beracun)
1. Identifikasi Senyawa (Tunggal atau Campuran)
| Nama produk | Selenium |
|---|---|
| Nama kimia | selenium |
| Nomor EC | 231-957-4 |
| Sinonim | C.I. 77805; Selenium (crystalline); Selenium (amorphous); selenium, metal; selenium amorphous |
| Penggunaan bahan | ELEKTRONIK; PELAT XEROGRAFIS, KAMERA TV, SEL FOTO, INTI KOMPUTER MAGNET, BATERAI SURYA, (RECTIFIER, RELAY); KERAMIK (PEWARNA UNTUK KACA); BAJA DAN TEMBAGA (DEGASIFIER DAN PENINGKATAN MESIN); AKSELERASI KARET; KATALISATOR; ELEMEN LACAK PADA PAKAN HEWAN. |
| Pemasok | PT. Freeport Indonesia Smelter & Refinery Kawasan Ekonomi Khusus Pelabuhan JIIPE Jl. Raya Manyar KM. 11 Manyar, Gresik, Jawa Timur, Indonesia |
|---|---|
| Telepon darurat (24/7) | ☎ +65 3158 1074 (Carechem) |
2. Identifikasi Bahaya
๐ KLASIFIKASI GHS - BAHAYA ๐
- TOKSISITAS AKUT (oral) - Kategori 3
- TOKSISITAS AKUT (inhalasi) - Kategori 3
- TOKSISITAS ORGAN SASARAN SPESIFIK (paparan berulang) - Kategori 2
- BAHAYA AKUATIK AKUT - Kategori 1
| Kata Sinyal | BAHAYA |
|---|---|
| Pernyataan Bahaya | H301 + H331 - Beracun apabila tertelan atau terhirup. H373 - Dapat menyebabkan kerusakan organ pada paparan berulang atau jangka panjang. H400 - Sangat beracun terhadap kehidupan akuatik. |
| Pernyataan Kehati-hatian (Pencegahan) | P273 (Hindari pelepasan ke lingkungan), P260 (Jangan hirup debu), P270 (Jangan makan/minum/merokok), P264 (Cuci bersih setelah menangani). |
| Tanggapan | P391 (Kumpulkan tumpahan), P304+P340+P311 (Jika terhirup: pindah ke udara segar, hubungi pusat racun), P301+P310 (Jika tertelan: segera hubungi dokter). |
3. Komposisi / Informasi Bahan Penyusun
Jenis zat: Campuran
| Nama bahan | % (w/w) | Pengidentifikasi |
|---|---|---|
| selenium | ≥90 | CAS: 7782-49-2, EC: 231-957-4 |
| telurium | ≤5 | CAS: 13494-80-9, EC: 236-813-4 |
| Perak logam | ≤0.3 | CAS: 7440-22-4, EC: 231-131-3 |
Konsentrasi total bahan dalam produk ini adalah 100%.
4. Tindakan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K)
Kena Mata
Segera bilas dengan air banyak, angkat kelopak mata atas dan bawah. Lepas lensa kontak. Lanjutkan membilas minimal 10 menit. Dapatkan perawatan medis jika terpapar atau merasa tidak sehat.
Penghirupan
Pindahkan ke udara segar. Jika masih ada asap, penolong harus pakai SCBA. Jika tidak bernapas, beri napas buatan oleh terlatih (waspada resusitasi mulut-ke-mulut). Segera hubungi pusat racun/dokter.
Kena Kulit
Cuci dengan sabun dan air minimal 10 menit. Lepaskan pakaian terkontaminasi. Dapatkan perawatan medis jika terpapar atau merasa tidak sehat.
Tertelan
Segera cari pertolongan medis. Cuci mulut dengan air. Beri air minum sedikit jika sadar. JANGAN memaksakan muntah. Jika tidak sadar, posisikan pulih dan segera hubungi dokter.
Gejala / Efek Terpenting
| Penghirupan & Tertelan | Beracun. Dapat menyebabkan kerusakan organ pada paparan berulang. |
|---|---|
| Lingkungan | Sangat beracun terhadap kehidupan akuatik. |
5. Tindakan Pemadaman Kebakaran
| Media pemadaman sesuai | Gunakan bahan pemadam yang cocok untuk kebakaran di sekitar. |
|---|---|
| Bahaya spesifik | Sangat toksik bagi kehidupan air. Air bekas pemadaman yang terkontaminasi harus dibendung dan dicegah masuk saluran air. |
| Alat pelindung khusus | Petugas pemadam kebakaran harus memakai SCBA mode tekanan positif dan perlengkapan pelindung lengkap. |
6. Tindakan Penanggulangan jika Terjadi Tumpahan
| Pencegahan diri | Evakuasi area. Kenakan APD lengkap. Jangan sentuh tumpahan. Sediakan ventilasi. Pakai respirator jika perlu. |
|---|---|
| Pencegahan lingkungan | SANGAT PENTING: Cegah tumpahan masuk ke saluran air, parit, selokan. Sangat beracun bagi lingkungan akuatik. Kumpulkan tumpahan. Beri tahu pihak berwenang. |
| Metode pembersihan | Hindari pembentukan debu. Vakum dengan peralatan ber-HEPA filter. Jangan dilap kering. Masukkan ke wadah limbah tertutup berlabel. Buang melalui kontraktor berizin. |
7. Penanganan dan Penyimpanan
| Penanganan aman | Kenakan APD. Jangan terkena mata/kulit/pakaian. Hindari pelepasan ke lingkungan. Gunakan ventilasi memadai. Wadah kosong masih mengandung residu berbahaya. |
|---|---|
| Penyimpanan aman | Simpan di wadah asli, tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, berventilasi baik. Jauhkan dari bahan tidak kompatibel, makanan, dan minuman. |
8. Kontrol Paparan / Perlindungan Diri
Alat Pelindung Diri (APD) WAJIB
- Perlindungan mata: Kacamata pelindung dengan perisai samping (wajib).
- Perlindungan tangan: Sarung tangan kuat, tahan bahan kimia (wajib).
- Perlindungan tubuh: Pakaian pelindung, alas kaki tertutup (wajib).
- Perlindungan pernapasan: Gunakan respirator dengan HEPA filter jika ventilasi tidak memadai atau ada debu.
- Higienis: Cuci tangan, lengan, wajah setelah menangani. Dilarang makan/minum/merokok di area kerja.
Pengendalian teknik: Gunakan ventilasi pembuangan lokal. Emisi harus memenuhi peraturan lingkungan.
| Nama bahan | Batas pemaparan (Safe Work Australia) |
|---|---|
| Selenium compounds | TWA 8 jam: (data tidak lengkap di cuplikan, lihat SDS lengkap) |
LEMBAR DATA KESELAMATAN ASAM SULFAT 98% (KOROSIF)
1. Identifikasi Senyawa (Tunggal atau Campuran)
| Nama produk | Asam sulfat 98% |
|---|---|
| Nama kimia | Asam sulfat |
| Nomor CAS | 7664-93-9 (untuk bahan utama) |
| Penggunaan bahan | Tidak tersedia dalam dokumen ini. |
| Pemasok | PT. Freeport Indonesia Smelter & Refinery Kawasan Ekonomi Khusus Pelabuhan JIIPE Jl. Raya Manyar KM. 11 Manyar, Gresik, Jawa Timur, Indonesia |
|---|---|
| Telepon darurat (24/7) | ☎ +65 3158 1074 (Carechem) |
2. Identifikasi Bahaya
๐ฅ KLASIFIKASI GHS - BAHAYA KOROSIF ๐ฅ
- KOROSI/IRITASI KULIT - Kategori 1A
- KERUSAKAN MATA SERIUS - Kategori 2A
- BAHAYA AKUATIK AKUT - Kategori 3
- BAHAYA AKUATIK KRONIS - Kategori 3
| Kata Sinyal | BAHAYA |
|---|---|
| Pernyataan Bahaya | H314 - Menyebabkan luka bakar yang parah pada kulit dan kerusakan mata. H412 - Berbahaya terhadap kehidupan akuatik dengan efek jangka panjang. |
| Pernyataan Kehati-hatian (Pencegahan) | P280 (Kenakan sarung tangan/pakaian/pelindung mata/wajah), P273 (Hindari pelepasan ke lingkungan). |
| Tanggapan | P304+P310 (Jika terhirup: hubungi pusat racun), P301+P310+P330+P331 (Jika tertelan: segera hubungi dokter, kumur, JANGAN muntah), P303+P361+P353+P310 (Jika kena kulit: tanggalkan pakaian, cuci, hubungi dokter), P305+P351+P338 (Jika kena mata: bilas hati-hati, lepas lensa), P337+P313 (Jika iritasi mata berlanjut: cari bantuan medis). |
3. Komposisi / Informasi Bahan Penyusun
Jenis zat: Zat
| Nama bahan | % (w/w) | Nomor CAS |
|---|---|---|
| Asam sulfat | >98.5 | 7664-93-9 |
Konsentrasi total bahan dalam produk ini adalah 100%. Tidak ada bahan tambahan lain yang perlu dilaporkan dalam konsentrasi berbahaya.
4. Tindakan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K)
Kena Mata
Segera cari pertolongan medis. Bilas dengan air banyak, angkat kelopak mata, lepas lensa kontak. Lanjutkan membilas minimal 10 menit. Luka bakar kimia harus segera diobati dokter.
Penghirupan
Pindahkan ke udara segar. Jika masih ada uap, penolong harus pakai SCBA. Jika tidak bernapas, beri napas buatan oleh terlatih (waspada resusitasi mulut-ke-mulut). Segera hubungi pusat racun/dokter.
Kena Kulit
Segera cari pertolongan medis. Basuh dengan air banyak minimal 10 menit. Lepaskan pakaian terkontaminasi sambil memakai sarung tangan. Cuci pakaian sebelum digunakan lagi.
Tertelan
Segera hubungi dokter. Cuci mulut. Jika sadar, beri air minum sedikit. JANGAN memaksakan muntah. Jika muntah, tundukkan kepala. Jika tidak sadar, posisikan pulih.
Gejala / Efek Terpenting
| Kena mata | Iritasi serius pada mata (sakit, berair, kemerahan). |
|---|---|
| Kena kulit | Menyebabkan luka bakar parah (pedih, iritasi, kemerahan, kelepuhan). |
| Tertelan | Sakit perut. |
5. Tindakan Pemadaman Kebakaran
| Media pemadaman sesuai | Gunakan bahan pemadam yang cocok untuk kebakaran di sekitar. |
|---|---|
| Bahaya spesifik | Dalam kebakaran, wadah bisa meledak. Berbahaya bagi kehidupan air (efek jangka panjang). Air bekas pemadaman harus dibendung, cegah masuk saluran air. Produk dekomposisi: oksida sulfur. |
| Alat pelindung khusus | Petugas pemadam kebakaran harus memakai SCBA mode tekanan positif dan perlengkapan pelindung lengkap. |
6. Tindakan Penanggulangan jika Terjadi Tumpahan
| Pencegahan diri | Evakuasi area. Kenakan APD lengkap. Jangan sentuh tumpahan. Sediakan ventilasi. Pakai respirator jika perlu. Jangan hirup uap/kabut. |
|---|---|
| Pencegahan lingkungan | PENTING: Cegah tumpahan masuk ke saluran air, parit, selokan. Berbahaya bagi lingkungan akuatik. Beri tahu pihak berwenang. |
| Metode pembersihan | Tumpahan kecil: Encerkan dengan air dan pel, atau serap dengan bahan kering inert, masukkan ke wadah limbah. Tumpahan besar: Hentikan kebocoran, bendung, kumpulkan dengan bahan penyerap (pasir, tanah), buang melalui kontraktor berizin. |
7. Penanganan dan Penyimpanan
| Penanganan aman | Kenakan APD. Jangan terkena mata/kulit/pakaian. Jangan hirup uap/kabut. Hindari pelepasan ke lingkungan. Gunakan ventilasi memadai. Wadah kosong masih mengandung residu berbahaya. Jangan gunakan wadah kembali. |
|---|---|
| Penyimpanan aman | Simpan di wadah asli, tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, berventilasi baik. Jauhkan dari bahan tidak kompatibel, makanan, dan minuman. |
8. Kontrol Paparan / Perlindungan Diri
Alat Pelindung Diri (APD) WAJIB
- Perlindungan mata/wajah: Pelindung mata atau wajah (wajib).
- Perlindungan tangan: Sarung tangan pelindung, tahan bahan kimia (wajib).
- Perlindungan tubuh: Pakaian pelindung (wajib).
- Perlindungan pernapasan: Gunakan respirator yang sesuai jika ventilasi tidak memadai atau ada uap/kabut.
- Higienis: Cuci bersih setelah menangani. Dilarang makan/minum/merokok di area kerja.
Pengendalian teknik: Gunakan ventilasi yang memadai.
Good
ReplyDeleteterima kasih
Delete