Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Analisa dan Prediksi Mata Uang Kripto 20 / 2 / 2026

Prediksi Mata Uang Kripto 20/2/2026
Ifut Coy - Harga BTC mengalami kenaikan tipis sebesar 0,95% dalam 24 jam terakhir, seiring dengan volatilitas volume perdagangan yang fluktuatif.

Aliran Keluar ETF

Aliran keluar yang signifikan dari sebuah ETF Bitcoin besar teramati selama seminggu terakhir, menunjukkan adanya tekanan jual berkelanjutan dari para investor institusional.

Akumulasi Pemegang

Meski harga baru-baru ini mengalami pelemahan, para pemegang Bitcoin jangka panjang telah kembali melakukan akumulasi, yang menandakan keyakinan di baliknya terhadap potensi kenaikan harga di masa depan.

Risiko Volatilitas Pasar

Posisi leverage yang terkonsentrasi di seluruh pasar menciptakan potensi pergerakan harga yang tajam akibat rangkaian likuidasi, terutama jika terjadi pergerakan sebesar 10%.

Ide-Ide dan Prediksi Mata Uang Kripto

1. Akumulasi Pemegang

Para pemegang jangka panjang kembali menambah kepemilikan BTC, beralih dari net selling menjadi net buying. Pola ini sering kali mendahului periode stabilisasi pasar dan dapat menjadi sinyal untuk penyeimbangan dinamika pasokan.

2. Aksesibilitas Penambangan

Peluncuran Bitmern Solo Pool pada Februari 2026 meningkatkan dukungan untuk penambangan solo Bitcoin, dengan menyediakan fitur pemantauan dan infrastruktur yang canggih. Hal ini dapat membuat penambangan solo menjadi lebih efisien dan mudah diakses, sehingga berpotensi memperkuat partisipasi dalam jaringan. 

3. Potensi Rotasi Altcoin

Sebuah crossover struktural pada grafik bulanan ETH/BTC, dengan SMA100 berada di bawah EMA100, mencerminkan pola yang pernah terlihat pada tahun 2020 sebelum terjadi rotasi modal altcoin yang signifikan. Hal ini menunjukkan kemungkinan pergeseran momentum relatif jangka panjang yang dapat menguntungkan pasar altcoin secara luas. 

Risiko Trade

- Aliran Keluar ETF

ETF Bitcoin IBIT milik BlackRock mengalami aliran keluar yang signifikan sekitar $164 juta dalam bentuk BTC pada 19 Februari 2026, menandai hari keenam berturut-turut investor melakukan penarikan dana dan menyebabkan penjualan BTC oleh dana tersebut. 

- De-Risiko Geopolitik

Meningkatnya ketegangan geopolitik dan harga minyak biasanya meningkatkan volatilitas pasar dan mendorong suasana risk-off. Secara historis, hal ini menyebabkan de-risiko institusional dan aksi jual baik di pasar ekuitas maupun kripto, karena modal berpindah ke tempat-tempat safe haven tradisional. 

- Posisi Terkonsentrasi

Pasar menunjukkan adanya posisi leverage yang terkonsentrasi, yang mengindikasikan potensi terjadinya likuidasi besar-besaran. Pergerakan harga sebesar 10% ke arah mana pun dapat memicu pembelian paksa atau aksi jual agresif yang berdampak pada perubahan harga yang cepat. 

- Dompet di Bawah Titik Impas

Dompet aktif yang memegang antara 10 hingga 10.000 BTC, dengan pergerakan coin terbaru, memiliki basis biaya rata-rata sekitar $89.800. Dengan harga saat ini yang jauh lebih rendah, para pelaku pasar ini mengalami kerugian, yang berpotensi meningkatkan tekanan jual saat harga menguat. 

- Momentum yang Melemah

Kinerja Bitcoin pada Q1 2026 merupakan yang terlemah sejak tahun 2018, ditandai dengan penurunan sebesar 23–24%. Hal ini menunjukkan melemahnya momentum, tinggi tertinggi yang lebih rendah, serta pergeseran negatif pada time frame yang lebih tinggi, yang turut menyumbang ketidakpastian pasar. 

Sentimen Komunitas Market

Rasa Takut Ekstrem: Sentimen komunitas mencerminkan rasa takut yang ekstrem, dengan pencarian Google untuk “Bitcoin akan menjadi nol” mencapai puncaknya. Hal ini menunjukkan adanya kepanikan ritel yang meluas dan maraknya narasi capitulation.

Post a Comment for " Analisa dan Prediksi Mata Uang Kripto 20 / 2 / 2026"

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});